MEWASPADAI PROPAGANDA PEMIKIRAN LIBERALISME

Buletin Jum’at FKM

Jum’at, 25 Mei 2012

 

Para komunitas homoseksual dan para pendukungnya yang setuju dengan mereka semakin hari semakin berani dan tidak malu-malu menampakkan kecenderungan mereka di hadapan publik. Setelah menyelenggarakan Festival Film Gay Bulan September 2010 di Gothoe Institut Jakarta, seorang liberal telah diundang oleh sekelompok orang di Indonesia, Irshad Manji untuk bediskusi tentang judul buku terbarunya, Allah, Liberty, and Love. Beberapa kali diskusi yang menghadirkan tokoh feminis asal Kanada, Irshad Manji, gagal digelar. Kegagalan pertama terjadi saat diskusi di teater Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2012).  Kegagalan kedua dan ketiga terjadi di Yogyakarta. Universitas Gajah Mada menolak memberi izin atas diskusi Manji. Irshad Manji adalah pegiat feminisme yang juga merupakan wanita penikmat hubungan sejenis. Ia salah seorang tokoh yang memusuhi Islam dan pro dengan paham  lesbianisme, liberalisme, dan feminisme. Di dalam bukunya yang berjudul the Trouble with Islam, ia menyetujui hubungan sesama jenis yang dalam Islam harus ditentang (www.kompas.com). Dalam wawancara dengan JIL ketika ditanya tentang lesbian, gay, biseksual, dan transeksual dia menjawab Maka, ketika kaum Muslim mainstream mengatakan bahwa Islam melarang homoseksualitas, ini menandakan bahwa mereka meyakini Tuhan telah melakukan kesalahan. Apakah mereka mau mengakui bahwa Tuhan melakukan kesalahan? (www.islamlib.com). Warga menolak kehadiran dia dalam diskusi-diskusi karena pemikirannya yang liberal serta mendukung aktivitas lesbi.

Kecenderungan perilaku seksual menyimpang ini yang pada awalnya tabu untuk didiskusikan karena merupakan bagian dari bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, lambat laun mulai menjadi sesuatu yang wajar dan layak diterima oleh masyarakat. Apalagi di negeri-negeri kufur yang memegang dan menjunjung tinggi ide kebebasan (liberalisme) sebagai keyakinan mereka, bukan hanya sekedar hal yang tabu untuk dipublikasikan, bahkan telah banyak yang melegalisasi hubungan sejenis sebagai hubungan yang sah layaknya suami Istri. Di antaranya adalah Belanda, Inggris, Argentina, dan baru-baru ini Barack Obama menyetujui perkawinan sejenis tersebut. Kaum gay akhirnya semakin mendapatkan angin segar di beberapa negara-negara yang mayoritas kufur untuk sehingga mereka semakin leluasa dalam beraktivitas, berkampanye, berorganisasi, dan segala hal yang berhubungan dengan tindakan aktivitas tersebut.

Ide kebebasan yang dibungkus dengan HAM inilah yang menyebabkan hubungan sesama jenis dapat tumbuh subur. Karena menurut ide kebebasan, kecenderungan terhadap sesama jenis merupakan perilaku yang harus dihargai dan dibiarkan sebebas-bebasnya selama tidak menganggu orang lain. Suatu hal yang wajar, kebebasan yang merupakan hakikat dari Akidah Sekulerisme ini menjadi lahan subur terhadap perilaku menyimpang, tidak hanya gay, tetapi juga perilaku menyimpang lain seperti transeksual dan biseksual yang tentunya sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Perilaku homoseksual  merupakan perilaku yang diharamkan oleh syara’ secara pasti tanpa adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama sebagaimana haramnya zina dan riba. Karena Allah dan Rasul-Nya telah menyeru larangan tersebut dengan jelas. Allah SWT berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ () إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. (Q.S Al-A’raf: 80-81).

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ وَجَدْتُمُوْهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمَ لُوْطٍ فَاقْتُلُوْا الْفَاعِلَ وَ الْمَفْعُوْلَ بِهِ

“Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.(Hadits ini diriwayatkan oleh Ahlus Sunan dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan lainnya).

Berdasarkan firman Allah dan Hadits Rasulullah telah menunjukkan keharaman perilaku gay dengan jelas (qath’i tsubut dan qath’i dilalah). Oleh karena itu meyakini hukum keharaman ini merupakan bagian dari perkara ushul (pokok) dalam agama yang tidak diperbolehkan adanya perbedaan pendapat.

Lalu dengan jelasnya hukum tersebut apakah mungkin kaum muslimin akan mengikuti orang-orang kafir dengan melegalisasi perilaku menyimpang ini

Meraih Dolar di dalam Kehancuran Umat Islam

Maraknya dan tumbuh suburnya perzinaan, gay, transeksual, dll merupakan bagian dari kehidupan di dalam peradaban Kapitalisme yang saat ini menguasai dunia, tidak terkecuali di negeri kaum muslimin. Dengan mengusung ide kebebasan dalam segala hal, mereka berusaha memasarkan ide tersebut sekaligus perilaku-perilaku tersebut ke kaum muslimin. Di samping untuk menghancurkan Akidah Islam, mereka hendak meraup keuntungan ekonomi di atas perilaku-perilaku rusak tersebut. Asas manfaat yang menjadi dasar dalam berfikir dan bertingkah laku, membuat mereka selalu memanfaatkan segala yang ada termasuk kerusakan suatu kaum demi keuntungan materi.

Dengan kampanye kebebasan melalui berbagai macam cara termasuk diskusi-diskusi, diharapkan perilaku-perilaku rusak seperti gay, freeseks, pergaulan bebas, dll akan lebih marak lagi di dalam kehidupan masyarakat. Individu-individu di dalamnya jika dijejali berbagai macam suguhan kebebasan termasuk seks bebas, maka akan mengalami kecanduan seks bebas tanpa batas. Jika kondisinya seperti ini ditambah lagi kontrol masyarakat dan negara tidak ada, akhirnya semakin memudahkan untuk melakukan perbuatan kemaksiatan tersebut.

Akibatnya, dengan tumbuhnya berbagai macam perilaku rusak tersebut, akan tumbuh pula bisnis yang berkaitan dengan perilaku seksual tersebut mulai dari yang kecil hingga yang besar. Keuntungan dari bisnis ini begitu besar dan menggiurkan bagi mereka hingga triliunan rupiah tiap tahun.

Lembaga riset Juniper Research mengungkapkan, keuntungan industri video porno dari perangkat mobile dapat mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp9,3 triliun pada 2015 nanti (www.metrotvnews.com). “Biaya belanja per detik untuk pornografi mencapai US$2,000 (sekitar Rp 18 juta),” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Perkiraan itu untuk Indonesia, sedangkan di dunia berdasarkan data Awari tahun 2006 tercatat US$3,6 juta per detik. Pengakses pornografi di dunia tiap detiknya mencapai 28.258 (www.vivanews.com). Di Inggris, bisnis alat peraga seks menghasilkan keuntungan sebesar 250 juta poundsterling (Rp 3,7 trilyun) setahun, sedangkan penjualan global untuk aksesori erotik diperkirakan meningkat menjadi 400 juta poundsterling  atau Rp 5,9 trilyun (The Daily Mail).

Begitu besarnya keuntungan yang diraih oleh kaum kapitalis dalam bisnis ini membuat mereka akan selalu mempertahankan peradaban yang akan memberikan keuntungan kepada mereka. Apalagi di sebagian negara dapat mendatangkan keuntungan dengan pemungutan pajak bagi industri pornografi.  Sebagai contoh di Perancis pajak yang dipungut sebesar 30%-50%. Oleh karena itu, dengan sekuat tenaga, siapapun yang berusaha merubah kondisi umat yang rusak dan hancur akan dihalang-halangi, begitupun sebaliknya siapapun yang berusaha memperjuangkan agar kehidupan semakin mengalami kerusakan maka akan didanai oleh mereka.

Propaganda untuk Menghalangi Kebangkitan Umat

Sebagaimana tanaman, setiap tanaman membutuhkan lahan yang cocok untuk kesuburan tanaman tersebut, begitupun pemikiran dan perilaku. Perilaku seksual yang menyimpang akan tumbuh subur di atas ide kebebasan yang bertopeng HAM. Bagi orang-orang kafir, ide kebebasan HAM harus disiapkan terlebih dahulu agar perilaku menyimpang tersebut dapat diterima oleh suatu komunitas dan tumbuh dengan subur. Realitanya orang-orang kafir Barat berhasil memasarkan ide kebebasan tersebut ke negeri-negeri kaum muslimin melalui antek-antek mereka yaitu penguasa yang mengekor kepada mereka dan sejumlah organisasi-organisasi liberal yang sepemahaman dan mendapat bantuan dana dari mereka.

Umat Islam perlu menyadari dan memahami sepenuhnya bahwa orang-orang kafir memiliki agenda besar dan global untuk kaum muslimin, yaitu menjauhkan Islam dari kaum muslimin sekaligus memasarkan “agama” baru Sekulerisme Kapitalisme dengan segala pemikiran yang dibangun di atasnya seperti HAM, Liberalisme, Demokrasi, Pluralisme, dan sebagainya. Tujuannya adalah agar kaum muslimin mengikuti apa yang mereka kehendaki  sehingga memudahkan orang-orang kafir tersebut menguasai kaum muslimin dan menyantap mereka laksana roti di atas meja. Perilaku dan agenda orang-orang kafir ini telah disampaikan oleh firman Allah dan sabda Rasulullah SAW:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (Q.S. Al-Baqarah: 120).

Rasulullah SAW bersabda: Dari Tsauban radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Akan datang suatu masa, di mana bangsa-bangsa akan mengeroyok kalian seperti orang-orang rakus memperebutkan makanan di atas meja. Ada seorang yang bertanya, ‘Apakah karena pada saat itu jumlah kami sedikit?’ Rasulullah SAW menjawab: ‘Tidak, bahkan kamu pada saat itu mayoritas (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan lainnya).

Orang kafir memahami bahwa sendi dasar yang membangkitkan umat Islam adalah Akidah Islam. Untuk memperlancar agenda mereka, maka digunakanlah segala cara dan usaha yang dapat mendegradasi akidah tersebut hingga hilang ke akar-akarnya dari akal dan jiwa kaum muslimin. Cara yang ditempuh dapat dilakukan malalui musik, olahraga, festival-festival, seminar, dan diskusi yang mempropagandakan pemikiran mereka. Termasuk juga diskusi yang dilakukan oleh Irshad Manji kepada beberapa komunitas di Indonesia ini merupakan bagian dari agenda tersebut.

Dengan berbagai macam diskusi tersebut, kaum muslimin diharapkan agar menerima ide-ide kufur sebagaimana ide melegalisasi hubungan sesama jenis. Dengan adanya legalisasi dan penerimaan tersebut, umat Islam akhirnya menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah secara pasti (qath’i). Artinya umat Islam diperintahkan oleh manusia agar menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Padahal menghalalkan apa yang diharamkan Allah secara qath’i merupakan bentuk penentangan terhadap perkara Ushul, jika meyakininya maka orang tersebut telah melepaskan Akidah Islam dari dalam dirinya. Jika umat Islam meyakini bahwa gay itu boleh-boleh saja asalkan tidak menganggu orang lain, maka inilah yang diagendakan oleh orang kafir yaitu menghancurkan sendi pokok umat Islam, yaitu akidah Islam yang masih tersisa di dalam benak umat Islam.

Ketika Akidah Islam ini sudah lemah, kaum muslimin akan digiring mengikuti perilaku rusak tersebut agar tersibukkan dengan perilaku-perilaku yang dapat merusak akal mereka seperti homoseksual, lesbian, free seks, dan sebagainya. Perbuatan-perbuatan tersebut adalah perbuatan yang dapat merusak akal. Ketika seseorang pernah melakukan aktivitas tersebut, akal mereka akan rusak, sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk berfikir tentang akidah dan pemikiran Islam. Jika ini terjadi apalagi pada sebagian besar anak muda dari kaum muslimin, maka akan menghalang-halangi kebangkitan Islam yang seharusnya dipelopori oleh mereka.

Oleh karena itu, diskusi-diskusi semacam itu sebenarnya hanyalah memenuhi kehendak orang-orang kafir Barat untuk menghancurkan kaum muslimin, bukan memodernkan (memajukan) pemikiran umat Islam agar bangkit.

Dengan demikian, salah satu usaha kampanye membolehkan gay dan perilaku menyimpang lainnya di dalam umat Islam merupakan untuk kepentingan orang kafir barat dalam menghancurkan Umat Islam dan mengambil keuntungan triliunan rupiah dari kehancuran umat Islam tersebut.

Satu-satunya jalan agar umat Islam tidak masuk ke dalam kehancuran dan jerat mereka, maka harus kembali mewujudkan kehidupan Islam yang lama ditinggalkan, serta meninggalkan sejauh-jauhnya kehidupan jahilyah Kapitalisme yang saat ini dirasakan umat Islam di seluruh dunia tanpa kecuali. Karena kehidupan Islam itulah yang akan menebarkan rahmat seluruh alam, tidak hanya bagi umat Islam saja tetapi umat yang lain, sedangkan kehidupan kufur menyebabkan kesengsaraan yang tiada hentinya. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Q.S. Ar-Rum: 41). Kerusakan di darat dan di laut akibat diterapkan hukum-hukum Kapitalisme yang bertentangan dengan Islam harus segera disadari oleh umat Islam sehingga segera kembali. Yaitu kembali kepada kehidupan Islam. Wallahu a’alam bi shawab.

E

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s