KEJAHATAN LIBERALISME BERWAJAH HAM (HAK ASASI MANUSIA)

Berdasarkan deklarasi PBB (Universal Declaration of Human Right) tanggal 10 Desember 1948, ditetapkan sebagai Hari Hak asasi Manusia (HAM). Tanggal tersebut diperingati mayoritas penduduk dunia sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Tidak jauh beda juga mayoritas penduduk di negeri ini ramai-ramai memperingati Hari Hak Asasi Manusia. Bermacam cara dan kegiatan dilaksanakan untuk memperingati hari yang dianggap penting tersebut, mulai dari pawai-demontrasi dan orasi menuntut pelaksanaan persamaan Hak Asasi setiap warga negara, sampai menuntut penuntasan kasus pelanggaran HAM yang dituduhkan telah dilakukan oleh rezim Orde Baru.

HAKEKAT HAM ADALAH KEBEBASAN (LIBERALISME)

Ideologi kapitalis memandang tabiat manusia pada dasarnya baik, tidak jahat. Kejahatan yang muncul dari manusia disebabkan karena pengekangan terhadap kehendaknya. Oleh karena itu kehendak manusia harus dibiarkan lepas agar ia mampu menunjukkan  tabiat baiknya yang asli. Dari sinilah muncul ide kemerdekaan (freedom) yang menjadi salah satu ide yang menonjol dalam ideologi kapitalisme.Kemerdekaan dianggap sebagai cikal bakal dari kebebasan/liberal, oleh karena itu tidak salah jika kita menyandarkan kata kapitalisme liberalis terhadap ideologi ini.

Maka demi kebebasan, manusia harus dibebaskan dari Tuhan, dengan kata lain “menolak/melupakan” Tuhan dalam urusan kehidupan adalah cara agar manusia menikmati kebebasan yang sempurna. Kebebasan yang menjadi hak setiap manusia dan harus dihargai oleh manusia lain, menurut Ideologi kapitalis ada empat, yaitu: Kebebasan beraqidah/beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan hak milik, dan kebebasan bertingkah laku/berkepribadian.

Tidak heran kita dapati banyak fenomena  di negeri-negeri pengemban ideologi kapitalisme, orang-orang keluar-masuk ataupun pindah agama ibarat keluar masuk rumah penginapan/hotel. Jika dari luar dilihat hotel tersebut bagus-asri dan nyaman maka dia akan menginap di tempat tersebut sebagai naungannya, akan tetapi jika sudah tidak nyaman maka mudah saja dia berpindah ke tempat penginapan lain tanpa memikirkan konsekuensi memiliki sebuah rumah tinggal.

Kebebasan berpendapat adalah kebebasan mengeluarkan pendapat sebebas-bebasnya dan dengan cara apa saja, tanpa peduli pendapatnya bertentangan dengan ajaran agama atau tidak. Sebagaimana masih lekat dalam benak kita Salman Rhusdie, sang pernulis buku ayat-ayat setan dilindungi oleh Inggris karena dianggap tulisannya dalam buku tersebut merupakan bentuk kebebasan berekspresi mengeluarkan pendapatnya, meski tulisannya merendahkan dan melecehkan Rasulullah SAW.

Wujud adanya kebebasan hak milik yang diterapkan oleh ideologi kapitalisme bisa kita lihat pada saat ini. Banyak orang kaya berpendapatan ratusan juta lebih setiap bulan, jika berkehendak membeli apa saja yang dia inginkan bukanlah satu hal yang sulit. Akan tetapi di sisi lain masih jutaan orang yang berada dalam jurang kemiskinan hingga tidak sedikit yang akhirnya mati kelaparan.

Kebebasan yang keempat, yaitu kebebasan bertingkah laku, kebebasan inilah yang saat ini banyak menjerumuskan manusia pada jurang kehinaan. Mereka bebas berbuat apa saja tanpa peduli baik-buruk/halal-haram. Laki-laki dan perempuan hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, bahkan ketika sudah bosan bisa berganti/bertukar pasangan. Kaum muda-mudi bukan mahramnya jalan bersama dengan alasan “pergaulan modern”, muslim-muslimah bertebaran dengan baju terbuka terlihat hampir seluruh auratnya…naudzubillah.

HAM BAGIAN DARI SKENARIO AMERIKA

Di dunia ini sesungguhnya ada tiga ideologi/pandangan hidup yang dianut oleh manusia, yaitu ideologi Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme. Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT membawa ajaran Islam untuk seluruh umat manusia. Islam adalah sebuah agama dan ideologi, dimana semua aturan yang terdapat dalam Islam bisa memberikan solusi semua problem manusia secara tuntas. Ideologi Kapitalis lahir berdasarkan kompromi pihak pemuka agama/gereja dengan pihak pemerintah, karena waktu itu pihak pemerintah/negara sering bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya, begitu juga pihak gereja sering berlindung atas nama negara untuk menindak jamaahnya. Sampai akhirnya terjadi kesepakatan bahwa agama tidak boleh campur tangan di urusan pemerintah, dan sebaliknya. Ideologi sosialis lahir dengan pemikiran bahwa kehidupan ini berasal dari materi dan akan kembali menjadi materi, dengan kata lain menafikkan adanya Tuhan. Oleh karena itu ideologi sosialis bisa disebut juga sebagai ideologi komunis.

Saat ini yang banyak diemban oleh manusia dan berkuasa memimpin dunia adalah ideologi kapitalis, untuk ideologi Islam dan sosialis komunis hanya diemban secara individu-individu. Amerika Serikat adalah negara terbesar pengemban ideologi kapitalis, dan sebagai pemimpin negara-negara di dunia. Tentu sebagai pengemban sekaligus pemimpin Amerika ingin ideologinya eksis serta didukung serta diikuti banyak negara lain.

Untuk menyebarkan dan mengokohkan ideologi kapitalisme, Amerika serikat telah mempunyai metode yang fix, yaitu melalui penjajahan (isti’mar). Penjajahan secara fisik dengan caraperang sebagaimana dilakukan Amerika terhadap negara Afghanistan, Irak dan Libya. Selain itu juga dilakukan penjajahan non fisik yaitu dengan cara perang pemikiran dan perang kebudayaan. Cara ini dianggap lebih efektif untuk saat ini, karena negara-negara yang dijajah secara pemikiran dan kebudayaan seolah tidak merasa terdzalimi, justru ide/pemikiran tersebut bisa membuat terbuai mimpi siapa saja yang mengambilnya.

Untuk menjaga eksistensi Amerika di negara-negara yang dipengaruhinya, Amerika menempatkan antek-anteknya sebagai pemimpin-pemimpin di negara tersebut, sehingga kepentingan Amerika terkait negara itu bisa tetap terjaga. Sebagaimana rezim Saddam Husein dan Soeharto dulu, sebenarnya adalah rezim yang didukung oleh Amerika. Ketika rezim Soeharto sudah tidak mendukung  kepentingan Amerika di Indonesia, maka dibuatlah kerusuhan-kerusuhan yang mengakibatkan rezim Soeharto diturunkan, karena Soeharto dianggap melanggar HAM.

Saat ini banyak negara yang mulai jengah dengan perilaku Amerika Serikat, Amerika dinilai senantiasa bertindak sewenang-wenang terhadap negara-negara lain dengan mengatas namakan amerika sebagai “polisi dunia”. Ketika Osamah bin Leiden dianggap sebagai pemimpin teroris, maka atas nama ‘polisi dunia” Amerika bisa menggempur Afghanistan tanpa mempedulikan hak hidup rakyat Afghanistan. Begitu juga yang terjadi di negeri ini. Ketika kepentingan Amerika terkait tambang Emas dan tembaga di Freeport Papua tidak terusik sama sekali, maka Amerika senantiasa “bermuka manis” terhadap pemimpin dan rakyat Indonesia, akan tetapi ketika kepentingannya di Freeport terusik maka dihembuskannya isu pelanggaran HAM di Papua. Sementara itu Amerika mengelak dari tuduhan pelanggaran HAM ketika melakukan penyerangan terhadap rakyat Irak dan Afghanistan.

ISLAM MEMANDANG HAK AZASI MANUSIA

Allah SWT menciptakan manusia beserta potensi-potensi yang melekat padanya.Manusia mempunyai naluri beragama dimana dengan itu manusia beribadah menyembah Allah. Memang tidak ada paksaan seseorang dalam memeluk agama Islam, akan tetapi ketika seseorang telah bersyahadat maka dia mempunyai konsekuensi terikat seluruh aturan-aturan Islam.

“Maka siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah beriman, dan siapa saja yang ingin kafir, biarkanlah dia kafir.”(TQS. Al-Kahfi 29).

Juga sabda Rasulullah SAW“Siapa saja yang mengganti agamanya (Islam), maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari, Muslim, ahmad dan Ashhabus Sunan).

Begitu juga Allah menciptakan manusia dengan memiliki naluri untuk mempertahankan diri, dengan naluri tersebut manusia ingin senantiasa diakui eksistensi dirinya. Akan tetapi pemenuhan eksistensi diri tidak bisa sembarangan menurut kehendak akal manusia, justru bila itu terjadi pasti akan terjadi kerusakan-kerusakan besar di dunia ini. Pemenuhan eksistensi diri harus didasarkan pada aturan Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Tidak beriman salah satu diantara kalian sehingga hawa nafsunya tunduk kepada yang aku bawa (Islam).” (HR.Imam Muslim)

Untuk melestarikan jenis/keturunan manusia mempunyai rasa tertarik kepada lawan jenisnya/ laki-laki terhadap wanita dan wanita terhadap laki-laki.Allah SWT menciptakan manusia hanya terdiri dari dua jenis tersebut, tidak ada wanita setengah pria ataupun pria setengah wanita. Untuk mendapatkan anak keturunan maka hanya dengan pernikahan laki-perempuan lah satu-satunya jalan yang benar, dan dengan pernikahan seperti itu akan diperoleh generasi yang benar.

Dialah yang menciptakan kalian dari diri yang satu.Darinya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa senang kepadanya.Kemudian setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan dan dia terus merasa ringan (beberapa waktu).Selanjutnya takala dia merasa berat, keduanya (suami istri) berdoa kepada Allah, Tuhan mereka, seraya berkata ‘sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang shalih, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.’” (TQS. Al-‘Araf 189).

Disamping mempunyai naluri-naluri, Allah SWT menciptakan manusia beserta potensi berupa rasa ngantuk, lapar-haus, buang hajat. Pemenuhan kebutuhan tersebut juga harus distandartkan pada aturan-aturan Allah dan tidak boleh diserahkan begitu saja secara bebas pada masing-masing manusia. Apabila diserahkan secara bebas kepada manusia pastiakan menimbulkan kerusakan dan kebinasaan yang merajalela, sebagaimana saat sekarang ini. Tidak sedikit orang kaya bergelimang harta, ketika akan makan-minum tinggal memilih apa saja sesuai hatinya tanpa memperdulikan halal-haram. Mereka makan makanan haram semacam daging babi, daging anjing dan minum khamr dalam kemasan wishky dengan alas an makanan-minuman itu enak serta sebagai gaya hidup…naudzubillah.

“Dan diantara tanda-tanda-NYA, (Dia ciptakan) tempat untuk tidur kamu di waktu siang dan malam.” (QS. Ar-Rum 23).“ Diharamkan atas kamu (makan) bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan dengan nama Allah….” (TQS. Al-Maidah 3).

Sebagai seorang muslim kita harus kembali kepada aqidah dan hukum Islam secara menyeluruh (kaffah), karena Allah SWT sudah menurunkan aturan-aturan-Nya untuk kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Tidak perlu lagi kita mengambil aturan di luar Islam. Justru kita wajib menyadari bahwa sesungguhnya aturan-aturan yang berasal dari ideologi selain Islam akan membawa kerusakan dan kehancuran bila diambil dan diterapkan oleh manusia (umat Islam). Begitu juga harus menjadi pemahaman kita bahwa sesungguhnya ide Hak Asasi Manusia adalah ide dari ideologi kapitalisme yang sengaja dihembuskan Amerika dan sekutu-sekutunya untuk mengokohkan kepentingan dan mabda’nya di dunia ini. Oleh karena itu sangat tidak layak jika umat Islam terpesona atau mengambil dan menerapkannya.  Wallahu’alam bisshowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s