ISLAMOPHOBIA, SEBUAH PENYESATAN OPINI

(Upaya Kafir Barat untuk Menghancurkan Islam sebagai Musuh Ideologinya)

Oleh: Ust. Fitroni H.

The Pew Forum on Religion and Public Life dalam laporannya baru-baru ini menyodorkan data tentang jumlah Muslim dunia melonjak hampir 100 % dalam beberapa tahun ini. “Rata-rata di tiap negara bertambah dari semula 1 juta menjadi 1,8 juta penganut,” tulis laporan terbaru tentang riset yang dilakukan selama tiga tahun itu. Angka pastinya, menurut laporan itu, jumlah penganut Islam di seluruh dunia saat ini mencapai 1,57 miliar jiwa. “Kini, hampir satu dari empat penduduk dunia mempraktikkan ajaran Islam,” tulis laporan dengan judul “Mapping the Global Muslim Population.”

Eropa disebut sebagai negara yang pertumbuhan jumlah penduduk Muslimnya sangat cepat. Kini benua itu menjadi rumah bagi 38 juta Muslim, atau lima persen dari seluruh populasi. Jumlah penduduk Muslim di Jerman lebih kurang 4 juta orang, hampir sama dengan jumlah gabungan Muslim di Amerika Utara dan Selatan. Tahun 2050 jumlah penduduk Muslim di Eropa kemungkinan mencapai 30 %. Di Benua Amerika, sebanyak 4,6 juta Muslim tinggal di sana dan hampir separuh dari jumlah itu ada di Amerika Serikat. Sedang di Kanada jumlah Muslimnya mencapai 700 ribu jiwa, atau 2 persen dari seluruh populasi. Pesatnya perkembangan Islam di Eropa dan Amerika justru terjadi di tengah-tengah opini buruk yang dikembangkan oleh negara-negara barat, terutama opini bahwa Islam itu adalah agama teroris. Serangan WTC di Amerika disinyalir menjadi pemicu ketertarikan orang-orang barat terhadap Islam.

Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu? Apa yang dikatakan Al Qur’an? Kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim? dan Bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya? Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Dengan adanya fakta tersebut muncul sebuah pemikiran yang dilontarkan oleh barat (Kapitalisme) sebagai upaya meredam pertumbuhan kaum muslimin yang kita kenal dengan istilah Islamophobia. Apa sebenarnya Islamophobia dan apa dampaknya terhadap kaum muslimin serta bagaimana solusinya ?

 

Islamophobia Sebagai Senjata Kapitalisme

Ditinjau dari arti bahasa, Islamophobia berarti ketakutan terhadap Islam. Ide ini muncul sebagai akibat dari adanya perang pemikiran antara Kapitalisme dan Islam. Kapitalisme yang tidak menginginkan posisinya sebagai penguasa dunia digeser oleh ideologi lain akan senantiasa berupaya membendung setiap upaya ideologi lain untuk menghancurkannya. Keberadaan Islam di mata Kapitalisme adalah ancaman besar bagi eksistensinya di dunia. Oleh karena itu ide Islamophobia dimunculkan dengan jalan menciptakan opini negatif terhadap Islam dan kaum muslimin agar Islam semakin dijauhi oleh pemeluknya. Opini yang mereka munculkan sedikit banyak telah merasuki kaum muslimin, banyak diantara kaum muslimin menerima opini mereka begitu saja tanpa mengkaji sedikit pun, padahal Allah telah memperingatkan di dalam QS. Al Hujurat ayat : 6 yang artinya :

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu

Ayat ini telah memberikan peringatan kepada kita bahwa setiap pemikiran atau opini yang dilontarkan oleh orang-orang fasik haruslah senantiasa kita periksa dan teliti supaya tidak tersesat dan menyesal di kemudian hari.

Selama ini kesan yang biasanya dimunculkan oleh barat terhadap Islam adalah bahwa ajaran Islam penuh dengan kekerasan. Berbagai macam cara dilakukan untuk memunculkan kesan ini, mulai dari pemberian simbol-simbol pedang dan Al-Quran sampai dengan rekayasa video kekerasan yang sama sekali tidak ada faktanya. Sehingga banyak orang yang kemudian takut akan keberadaan Islam dan menjadikan Islam sebagai ancaman bagi kehidupan mereka. Sedangkan opini yang dimunculkan terhadap kaum muslimin yang menentang barat adalah mereka termasuk kelompok fundamentalis, ekstrimis, teroris, dan label-lebel lain yang mengarah pada kelompok garis keras.

Demikianlah, semua upaya itu dilakukan dalam upaya membendung kekuatan kaum muslimin yang semakin lama semakin menunjukkan perkembangan. Kaum muslimin harusnya sadar akan bahaya ide Islamophobia ini dan berupaya bersatu membendungnya

Dampak Islamophobia

Kecurigaan terhadap Islam atau ajaran Islam dan pengikutnya sudah lama berkembang di masyarakat Eropa, Amerika, Yahudi. Puncaknya saat terjadi peristiwa WTC 11 September 9 tahun lalu. Otak di balik penyerangan gedung kembar pencakar langit yang merupakan lambang kejayaan ekonomi Amerika dan juga gedung Pentagon sebagai kekuatan pertahanan militer Amerika disebut-sebut Osama bin Laden. Padahal, Osama pernah menjadi ‘’anak main’’ Amerika dan kemudian menjadi musuh utama Amerika dan antek-anteknya.

Sejak peristiwa menggemparkan dunia itu, citra Islam semakin terusik, khususnya di negara-negara Eropa dan Amerika. Bahkan, dalam berbagai kegiatan, termasuk pelatihan militer selalu ada materi yang mengupas seputar kekhawatiran atau ketakutan terhadap Islam yang sebenarnya hal itu tidak mendasar.

Pengaruh Islamhobia sangat dirasakan oleh umat Islam yang tinggal di Amerika dan negara-negara Eropa. Mereka dalam kelompok minoritas tidak bisa berbuat banyak, selain menerima perlakuan tidak manusiawi dari negara-negara tersebut. Untuk mendirikan masjid sulit, tidak dibolehkan, izinnya tidak keluar, bahkan mendirikan menara masjid saja tidak dibolehan sehingga umat Islam yang berada di kalangan kelompok mayoritas agama lainnya menjadi sangat sengsara hidup dan kehidupannya.

Bagaimana menyikapinya ?

Saat ini kita sedang berada dalam era perang pemikiran, maka yang kita lakukan adalah mengcounter balik semua opini barat terhadap Islam dan kaum muslimin. Secara opini kita sampaikan bahwa Islam bukanlah seperti apa yang mereka gambarkan, sebaliknya kita sampaikan bahwa merekalah yang pantas untuk manyandang label terorisme dan yang sejenisnya. Memang, kendala terbesar kita adalah kita belum menguasai media, sedangkan mereka (barat) mampu menguasai media, sehingga bisa lebih luas mengopinikan pemikiran mereka.

Apa yang dilakukan sebagian tokoh Islam yang cenderung berkompromi dengan barat dalam membendung Islamophobia adalah upaya yang jauh dari solusi, justru dengan cara tersebut menjadikan Islam berada dalam posisi yang dilemahkan, karena Islam berada dalam posisi tertuduh dan baratlah yang memegang kendali, selain itu Islam dan barat tidak bisa dikompromikan. Untuk itu cara yang efektif adalah dengan melakukan perang pemikiran terhadap barat. Marilah kita bersatu untuk membendung arus pemikiran barat yang semakin gencar dilontarkan, semoga kemuliaan Islam dan kaum muslimin akan segera terwujud, Amin.

Wallahua’lam bisshowab

 

Satu pemikiran pada “ISLAMOPHOBIA, SEBUAH PENYESATAN OPINI

  1. At Taubah(9):33
    Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan
    agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang
    musyrikin tidak menyukai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s