Kabar Gembira tentang Kemenangan Islam (Refleksi dari Shirah Nabi)


Kaum Muslimin sejak awal telah mengetahui akan berita-berita gembira ini. Mereka juga mengetahui sejak pertama kali mengalami perlakukan kasar dan penindasan-bahkan sebelum itu- bahwa masuk Islam bukan berarti tersingkirnya semua musibah dan kematian tersebut tetapi sejak awal lahirnya, dakwah Islamiyah bertujuan untuk mengakhiri dunia Jahiliyyah dan sistemnya yang zhalim. Mereka juga mengetahui bahwa buah dari hal itu di dunia ini adalah terbentangnya kekuasaan diatas muka bumi dan penguasaan terhadap kondisi politis di seluruh alam yang dapat menggiring umat manusia dan komunitas manusia secara keseluruhan ke dalam keridlaan Allah dan mengeluarkan mereka dari penyembahan terhadap hamba kepada penyembahan terhadap Allah semata.

Sesekali al-Qur’an turun dengan berita-berita gembira ini secara lantang dan terkadang berupa kinayah (sindiran). Maka, di dalam rentang waktu yang amat kritis seperti ini dimana bumi dirasakan sempit oleh kaum Muslimin, mencekik mereka bahkan seakan ingin mengakhiri kehidupan mereka; turunlah ayat-ayat tersebut sebagaimana yang dulu terjadi diantara para Nabi dan kaum mereka berupa pendustaan dan pengingkaran. Ayat-ayat tersebut berisi hal yang menyinggung kondisi-kondisi yang persis sama dengan kondisi-kondisi kaum Muslimin di Mekkah dan orang-orang kafir di sana. Ayat-ayat tersebut kemudian menyinggung peralihan kondisi berupa kebinasaan kaum kafir dan orang-orang yang zhalim dan kesuksesan hamba-hamba Allah di dalam mewarisi kekuasaan di muka bumi dan seluruh negeri. Di dalam kisah-kisah ini terdapat isyarat yang jelas akan kegagalan penduduk Mekkah nantinya dan kesuksesan kaum Muslimin dan Dakwah Islamiyah yang mereka bawa.

Di dalam tenggang waktu tersebut, turunlah beberapa ayat yang secara terang-terangan memberitakan kabar gembira, berupa kemenangan kaum Mukminin sebagaimana di dalam beberapa firman-Nya berikut:

1. Firman-Nya (artinya):

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, [171]. (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan,[172]. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang,[173]. Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika,[174]. Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu),[175]. Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan,[176]. Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu”.[177] (Q,.s.ash-Shaffât/37: 171-177)

2. Firman-Nya (artinya):

Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. (Q,.s.al-Qamar/54:45)

3. Firman-Nya: (artinya):

Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan. (Q,.s.Shâd/38:11)

4. Firman-Nya yang turun terhadap orang-orang yang berhijrah ke Habasyah (artinya):

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia.Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (Q,.s.an-Nahl/16:41)

5. Firman-Nya tatkala mereka bertanya kepada beliau tentang kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalâm (artinya):

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Q,.s.Yûsûf/12:7)

Yakni penduduk Mekkah yang bertanya tersebut akan mengalami kegagalan sebagaimana yang pernah dialami oleh saudara-saudara Yusuf dan mereka akan menyerah sebagaimana mereka menyerah.

6. Firman-Nya tatkala mengingatkan para Rasul (artinya):

Orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka:”Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”.Maka Rabb mewahyukan kepada mereka:”Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,[13]. dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku, [14]”. (Q.S.Ibrâhim/14:14)

Ketika perang berkecamuk antara bangsa Persia dan Romawi; kaum Kafir lebih senang bila bangsa Persia yang menang karena mereka memiliki kesamaan sifat, yaitu perbuatan syirik, sedangkan kaum Muslimin lebih cenderung bila kemenangan berada di pihak bangsa Romawi karena memiliki kesamaan sifat, yaitu beriman kepada Allah, para Rasul, wahyu, kitab-kitab dan Hari Akhir.

Kemenangan memang berada di pihak bangsa Persia, lalu Allah menurunkan ayat yang memberitakan kabar gembira bahwa bangsa Romawi akan mengalami kemenangan dalam beberapa tahun kemudian (dan hal ini memang terjadi-red). Tidak sebatas itu saja, ayat tersebut menyebutkan kabar gembira yang lain secara terang-terangan, yaitu Allah akan menolong kaum Mukminin di dalam firman-Nya (artinya):

“dan pada hari itu, kaum Mukminin bergembira dengan pertolongan Allah”. (Q,.s.ar-Rûm/30: 4-5)

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam sendiri sering menyampaikan kabar gembira seperti ini di sela waktu-waktu tertentu ; di saat datang musim haji dan berada di tengah orang-orang di pasar ‘Ukâzh, Majinnah dan Dzi al-Majâz untuk menyampaikan risalah dakwah, beliau tidak hanya memberitakan kabar gembira tentang surga saja, tetapi secara lantang berkata kepada mereka:

“wahai manusia! Ucapkanlah ‘Lâ ilâha illallâh’ niscaya kalian akan beruntung, menguasai bangsa Arab dan menundukkan orang-orang asing; jika kalian mati, maka kalian akan menjadi raja di surga”. (Hadits ini disebutkan oleh Ibnu Sa’d: I/216)

Kami telah memaparkan sebelumnya jawaban Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam kepada ‘Utbah bin Rabî’ah berupa keinginannya untuk menegosiasi beliau dengan gemerlap duniawi, serta apa yang dipahami dan diharapankan olehnya terkait dengan kemenangan yang akan dicapai oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.

Demikian pula, tentang jawaban Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam terhadap delegasi terakhir yang mendatangi Abu Thalib. Ketika itu beliau secara terus terang meminta kepada mereka satu rangkaian kata saja yang apabila mereka memberikannya, maka semua bangsa Arab akan tunduk kepada mereka dan mereka dapat menguasai orang-orang asing.

Khabbab bin al-Aratt berkata: “Aku mendatangi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam saat beliau tidur dengan berbaring di atas burdahnya dan berteduh di bawah naungan Ka’bah. Kami juga saat itu telah mengalami penyiksaan berat dari kaum Musyrikun. Lantas aku berkata: ‘tidakkah engkau berdoa kepada Allah!’ (agar menolong para shahabat-red). mendengar ucapan ini, beliau langsung duduk sedangkan raut wajahnya tampak memerah sembari berkata: ‘sungguh, orang-orang sebelum kalian pernah diseset dengan sesetan besi panas yang menusuk daging hingga mengenai tulang belulang dan urat. Akan tetapi hal itu semua tidak membuat mereka bergeming sedikitpun dari dien mereka. Sungguh Allah akan menyempurnakan urusan agama ini hingga seorang pejalan kaki berjalan dari Shan’â ke Hadlramaut tidak ada yang ditakutkannya selain Allah Ta’ala. Dalam penjelasan periwayat hadits disebutkan : “…dan tidak juga dia mengkhawatirkan kambingnya diterkam srigala”. Dan dalam riwayat yang lain disebutkan tambahan: “…akan tetapi kalian terburu-buru (ingin cepat memetik hasil-red)”.

Kabar-kabar gembira tersebut tidak ditutup-tutupi dan terselubung akan tetapi dipublikasikan secara terbuka dan diketahui baik oleh orang-orang kafir maupun kaum Muslimin. Indikasinya, al-Aswad bin al-Muththalib dan rekan-rekan mengobrolnya saling mengedip-ngedipkan mata diantara sesama mereka bila melihat para shahabat Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam melintasi mereka, sembari berkata: “Raja-raja bumi yang akan mewarisi kekisraan Persia dan kekaisaran Romawi sudah datang kepada kalian”, kemudian mereka bersiul-siul dan bertepuk tangan.

Dengan adanya kabar-kabar gembira tentang masa depan yang akan cemerlang di dunia diselai oleh pengharapan yang tulus dan sungguh-sungguh akan kemenangan menggapai surga sebagai hasil akhirnya kelak, para shahabat memandang bahwa penindasan yang beraneka ragam dan silih berganti dari semua lini tersebut serta musibah-musibah yang mengepung mereka dari segala penjuru hanyalah sebagai ‘gumpalan awan musim panas yang dalam sekejap akan sirna’.

Demikianlah, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam senantiasa menyuguhkan santapan rohani kepada mereka dengan rangsangan keimanan; menyucikan jiwa mereka dengan mengajarkan al-Hikmah (hadits) dan al-Qur’an; mendidik mereka dengan pendidikan yang detail dan mendalam; mendorong jiwa mereka agar menduduki keluhuran ruh, kemurnian hati, kebersihan budi pekerti, keterbebasan dari pengaruh materilistik, pembendungan terhadap hawa nafsu serta kembali kepada Rabb bumi dan langit; mengasah bara di hati mereka; mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju nur; mengajak mereka bersabar terhadap semua gangguan, memiliki sifat pema’af serta menundukkan jiwa. Dengan gamblengan semacam itu, mereka menjadi bertambah kokoh di dalam agama, menjauhkan diri dari hawa nafsu, siap mengorbankan jiwa di jalan yang diridlai oleh-Nya, merindukan surga, berkemauan kuat untuk menuntut ilmu dan memahami agama, mengintrospeksi jiwa dan menundukkan sentimen-sentimen yang tumbuh, mengalahkan perasaan-perasaan dan gejolak-gejolak jiwa serta selalu mengikat diri dengan kesabaran, kedamaian dan ketenangan. (Dikutip dari Shirah Nabawy oleh  Shafiyurahman Al Mubarakfury)

Umat Islam Pasti Mencapai Kemenangan Lagi!!!

Ayat di atas merupakan janji Allah kepada Rasulullah dan para shahabat dan juga kekhilafahan setelahnya sehingga kita melihat fakta sesungguhnya berdasarkan sejarah bahwa Islam telah mencapai kemenangan di segala bidang. Artinya Islam dan umatnya telah menguasai dunia dan berpengaruh di situasi politik internasional selama 1400 tahun lebih. Akan tetapi sejak keruntuhan Khilafah Utsmani, umat Islam telah berbanding terbalik 180 derajat. Saat ini telah dikuasai oleh umat kafir di segala bidang. Umat Islam tunduk dan mengikuti hukum-hukum serta pemikiran-pemikiran kufur, dan meninggalkan pemikiran serta hukum Islam di kehidupan internasional. Inilah fakta kekalahan umat Islam saat ini atas orang kafir.

Kemudian setelah kekalahan ini apakah umat Islam tidak akan mencapai kejayaan lagi? Apakah kondisi saat ini merupakan akhir segalanya sehingga kita tinggal menunggu waktu dan pasrah terhadap kondisi yang sudah ditakdirkan dan menunggu hari kiamat? Apakah Allah tidak menjanjikan kemenangan lagi setelah kekalahan ini sebagaimana menjanjikanyan kepada Rasul-Nya dan para shahabatnya seperti sebelumnya?

Sesungguhnya  Allah SWT telah menjanjikan kemenangan di dalam Al Quran kepada seluruh umat Muhammad SAW yang beriman dan beramal shaleh sebagaimana dalam Q.S An Nur: 55

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (Q.S. An Nur: 55)

Rasulullah SAW dengan bukti kenabian beliau telah menyampaikan kejadian di masa depan berdasarkan wahyu, sabda beliau:

“Telah datang suatu masa kenabian, atas kehendak Allah kemudian berakhir. Setelah itu akan datang masa Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan garis kenabian, atas kehendak Allah kemudian berakhir. Lalu, akan datang masa kekuasaan (Islam) yang terdapat di dalamnya banyak kezaliman (Mulkan Adhudhan), atas kehendak Allah kemudian ia pun berakhir pula. Lantas akan datang jamannya para ditaktor (Mulkan Jabarian), atas kehendak Allah ia pun akan berakhir pula. Kemudian (terakhir) akan tampil kembali masa Khilafah Rasyidah  dengan garis kenabian yang menerapkan Sunnah Nabi SAW sehingga Islam akan meliputi seluruh permukaan bumi ini” (H.R Ahmad dan Al Bazaar)

Janji Allah dan Rasul-Nya atas kemenangan kaum Muslimin terhadap orang kafir ternyata tidak hanya diberikan pada zaman shahabat saja. Sebagaimana dalam Surat An Nur di atas bahwa janji kemenangan akan diberikan oleh Allah kepada  siapa pun dari umat Muhammad SAW yang beriman dan beramal shaleh, tidak ditentukan berdasarkan generasi. Bahkan Rasulullah SAW meyakinkan berdasarkan sabda beliau di atas bahwa setelah kaum Muslimin di bawah kekuasaan ditaktor (mulkan jabarian), maka kaum Muslimin akan kembali mencapai kemenangan dengan berdirinya Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah.

Sebagian besar perkataan dalam Hadits di atas telah terbukti dengan adanya masa kenabian, kemdian dilanjutkan masa  khulafaur rasyidin, setelah itu masa kekuasaan dzalim, dan saat ini dunia sedang berada di bawah kekuasaan ditaktor yang telah dilakukan oleh Amerika dan sekutunya, Insya Allah tidak lama lagi akan segera terbukti masa berikutnya, yaitu Khilafah Rasyidah yang akan berada di atas jalan kenabian (Ala Manhaji An Nubuwah.) Artinya setelah kaum Muslimin mengalami masa kekalahan dan kemunduran hebat dengan munculnya penguasa ditaktor, maka kaum Muslimin akan mencapai kemenangan lagi untuk yang kedua kalinya dengan kembalinya Khilafah Rasyidah yang akan menjadi Negara Super Power sebagaimana sebelumnya.

Selain itu, janji kemenangan telah disampaikan melalui beberapa pernyataan Hadits yang belum terealisasi pada masa khilafah sebelumnya.

Dari Abu Qubayl dia berkata: “Kami pernah (duduk) bersama Abdullah bin Amr bin Al Ash. Dia ditanya: Kota manakah yang lebih dahulu ditaklukkan, Konstantinopel ataukan Rumiyah? Kemudian Abdullah menyuruh mengambilkan sebuah kotak berbulatan pada sisi kiri dan kanan (untuk berpegangan). Dari dalamnya lalu ia mengambil kitab (catatan). Kemudian ia berkata: Ketika itu kami sedang menuliskan (wahyu) di sekeliling Rasulullah SAW, lalu ada yang bertanya: Kota manakah yang lebih dahulu ditaklukkan, Konstantinopel atau Rumiyah? Maka Rasulullah SAW menjawab: Kota Heraclius ditaklukkan pertama kali, yaitu kontastantinopel (H.R Ahmad)

Kota Konstantinopel telah ditaklukkan pada saat Kekhilafahan Utsmani oleh Sultan Muhammad Al Fatih di Turki yang sekarang berubah nama menjadi Istambul. Sedangkan Kota Roma (Rumiyah) yang sekarang menjadi Ibukota Italia masih belum ditaklukkan oleh umat Islam. Padahal janji Rasulullah SAW pasti benar. Oleh karena itu kaum Muslimin tidak akan bisa menaklukkan Roma sebelum mencapai kemenangan sebagaimana yang dialami pada masa kekhilafahan.

Dalam ayat lain, Allah menjanjikan kemenangan kaum Muslimin atas bangsa Yahudi yang diberi kekuasaan oleh Allah sebanyak kedua kali sebagaimana dalam Surat Al Isra: 4-7

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Ayat di atas telah menjelaskan bahwa Bani Israel diberi kekuasaan oleh Allah serta berbuat kesombongan dengan kekuasaan tersebut sebanyak dua kali, kemudian akan dikalahkan sebanyak dua kali pula setelah berbuat kesombongan. Setelah kekuasaan pertama Bani Israel warisan dari Nabi Sulaiman dihancurkan oleh Bangsa Babylonia yang berbangsa Arab berkuasa, mereka terpecah belah ke berbagai daerah di seluruh penjuru dunia. Kemudian setelah runtuhnya Khilafah Utsmani, mereka saat ini kembali berkuasa untuk yang kedua kalinya serta berbuat kesombongan dan kerusakan di muka bumi. Berdirinya Negara Israel serta pengaruh mereka terhadap Negara Adidaya AS merupakan fakta riel kebenaran Firman Allah SWT di atas. Tidak lama lagi kehancuran bangsa Yahudi untuk yang kedua kalinya akan benar-benar terealisasi.

Siapakah yang akan meghancurkan kekuasaan mereka? Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi SAW bersabda:

“Tidak akan datang Hari Kiamat sebelum kaum Muslimin memerangi kaum yahudi, sampai batu dan pohon pun akan berkata: “Wahai Muslimin, wahai Hamba Allah, ini orang Yahudi bersembunyi di belakangku. Ayo datangi dia dan bunuh saja, kecuali pohon Al Gharqad. Sebab pohon ini adalah tergolong pohon kaum yahud”i (H.R Bukhari Muslim)

Dari Abdullah bin Umar berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang Yahudi akan memerangi kalian. Tetapi kemudian kalian akan memenangkan pertarungan atas mereka, sampai-sampai batu pun berseru” Wahai Muslimin, ini Yahudi dibelakangku. Ayo bunuhlah dia” (H.R Bukhari, no 4593).

Kedua Hadits di atas memiliki pengertian bahwa kaum Muslimin yang akan menghancurkan Negara Israel seluruhnya dan menumpas orang-orang Yahudi setelah mereka berkuasa dan memerangi kaum Muslimin. Janji adanya penaklukan yang dilakukan oleh kaum Muslimin terhadap Kota Roma dan penghancuran Negara Israel masih belum terealisasi hingga saat ini. Kaum Muslimin baru bisa melakukan hal itu jika mereka mencapai kemenangan  dan memiliki Negara Super Power Dunia.

Dalil di atas merupakan janji kemenangan yang pasti terjadi, sebagaimana Rasulullah SAW menjanjikan kemenangan kepada para shahabat saat berada di Mekkah, ketika kondisi umat Islam masih belum memiliki kekuatan. Tinggal sikap kita sebagai umat Rasulullah SAW harus mengikuti beliau dalam merealisasikan janji tersebut. Bersabar dan teguh dalam menjalankan dakwah Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para shahabat harus dimiliki oleh kaum Muslimin saat ini. Melangkah secara riel dalam mewujudkan kemenangan tersebut adalah suatu keharusan, karena amal itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para Shahabat. Umat Islam dilarang berpangkut tangan, menunggu tanpa adanya usaha, atau pasrah terhadap keadaan dengan sikap pesimis. Insya Allah kemenangan merupakan suatu hal yang pasti, bukan utopia atau romantika masa lalu. Kemenangan telah dijanjikan berdasarkan wahyu Allah Yang Maha Mengetahui seluruh kehidupan hingga akhir zaman. Masihkah kita pesimis dan ragu terhadap janji Allah dan Rasul-Nya di atas, lantaran melihat kondisi umat Islam saat ini yang sangat lemah. Bagi orang-orang yang beriman tidak akan ada keraguan dengan janji tersebut hingga akhir hayatnya.

Sesungguhnya ini semua adalah suatu keyakinan yang benar. (Al Waqiah:95)

Wallahu A’lam bi Showwab.


4 pemikiran pada “Kabar Gembira tentang Kemenangan Islam (Refleksi dari Shirah Nabi)

  1. maha benar alloh atas segala firmannya,kelak kita akan menjadi umat yang paling beruntung dunia & akherat, semoga solawat serta salam tetap tercurah kepada baginda rosul MUHAMAD SAW

  2. ALLAAHUAKBAR ALLAAHUAKBAR ALLAAHUAKBAR, mari kita berdoa dan berjuang dengan sungguh sungguh, mulai dari diri kita sendiri dan mengajak kepada saudara saudara kita meskipun terasa amat berat perjuangannya dan walaupun juga dengan harta dan nyawa, apalagi kalau saudara kita sudah tahu didzalimi dan teraniaya sementara kita hanya diam dan berpangku tangan dimanapun ia berada maka sungguh itu suatu DOSA BESAR,dan termasuk golongan orang orang fasiq. ALLAh Berfirman : sesungguhnya orang-orang muslim itu bersaudara. Dan sesungguhnya orang-orang yang beriman yang berjuang dijalan ALLAH kemudian ia gugur maka AlLAH akan memberikan surga sebagai gantinya beserta rizki yang tiada putusnya. Ya ALLAH jadikanlah kami umat nabi Muhammad sollallaahu’alaissalam yang berjuang menyongsong kembalinya kejayaan agama Islam yang telah engkau ridhoi seperti yang telah engkau janjikan dalam kalam-kalamMU yang AGUNG, dalam firman-firmanMu yang AGUNG melalui rasulMu dan Al-Qur’anMu yang AGUNG, jauhkan kami dari pada penyakit akan cinta harta dan dunia serta takut akan kematian jadikanlah kami seperi orang-orang yang telah mendapatkan petunjukMU yaitu mencintai ALLAH dan rasulMu Amiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s