MANIFESTASI UKHUWAH ISLAMIYAH

 

Ukhuwah Islamiyah Dan Kedengkian Barat

 Setelah Khilafah dihapuskan penjajah kafir, Daulah Islamiyah hancur, maka lenyaplah Islam dari eksistensi politis dan sosial. Sementara itu, kafir penjajah secara terus-menerus melakukan usaha penghancuran umat islam. Mereka menghantam kesatuan umat dan daulah dengan terlebih dahulu membuat keraguan terhadap Islam. Barulah kemudian mereka membagi-bagi wilayah Daulah Islamiyah menjadi negeri – negeri Islam. Pemecah-belahan ini menyebabkan hilangnya harapan untuk mengembalikan sistem kekhilafahan.

Setelah kehancuran sistem islam, kafir barat menarik diri dari semua negeri islam, tetapi mereka menempatkan penguasa Muslim menggantikan kedudukan mereka. Pengganti mereka ini ternyata lebih kejam dan lebih bersemangat menghapus sistem Islam. Agar negeri-negeri islam tersebut tetap cerai berai dibuatlah ikatan persahabatan, hubungan ketetanggaan  dan kebersamaan dalam kepentingan belaka. Ikatan inilah yang dijadikan media komunikasi di negeri-negeri islam , menggantikan ikatan keislaman.

Dilema Ukhuwah Islamiyah

Ikatan ukhuwah islamiyah lenyaplah sudah; ia tidak membekas pada individu, rakyat maupun negara. Orang faham dan maklum bagaimana hubungan antara Irak dan Iran, Suriah dengan Turki atau antara Mesir dengan Libia. Hubungan mereka tidak lagi berdasarkan keislaman, tetapi hanya sekedar ikatan persahabatan untuk kepentingan bersama. Kemudian sering terdengar cekcok diantara mereka tentang batas negara. Suriah menuntut Turki untuk mengembalaikan daerahnya yang bernama “Liwaul Iskandariyah”; Iran menuntut Irak agar mengembalikan pulau-pulau Abi Musa, Tambul besar, Pulau Ton Kecil.

Itulah strategi “devide et empera” kafir penjajah. Dengan cara demikian mereka berhasil membuaut teritorial penguasaan dan pengawasan, berhasil menyulitkan usaha mengembalikan sistem khilafah sekaligus membuat media dan ajang bertengkar diantara sesama muslim. Keadaan ini membuat kisruh suasana karena setiap penduduk suatu wilayah menganggap bahwa negeri tempat mereka berpijak adalah satu satunya wilayah dan tempat kepentingan mereka, lalu berusaha memisahkan diri dari wilayah lainnya. Usaha mengembalikan sistem khilafah semakin sukar. Gambaran islam yang mengayomi seluruh muslim di dunia, semakin kabur.

Usaha kafir penjajah telah berhasil menghilangkan ikatan keislaman. Ikatan seperti ini hanya terbatas dipraktekkan sebagian individu. PerSatuan umat telah tercabik-cabik. Predikat Ummah yang dulu merupakan ikatan penghubung di antara rakyatnya, kini tidak ada lagi.

Allah menjadikan orang –orang mukmin bersaudara. Hubungan mereka didasari ukhuwah islamiyah. sedangkan hubungan dengan orang kafir tidak boleh ada hubungan persaudaraan. Tidak ada hubungan persaudaraan kecuali hanya antar sesama mukmin. Tidak ada hubungan persaudaraan antara orang kafir dengsan orang mukmin selama-lamanya. Sebab diantara mereka memang tidak ada hubungan persaudaraan berdasarkan garis keturunan selama seseorang tetap setia dengan kekufurannya. Rasulullah bersabda…

“Seorang mukmin adalah saudara mukmin yang lain. Maka, tidak halal baginya menawar  di atas penawaran saudaranya dan melamar di atas lamaran saudaranya sebelum saudaranya itu meninggalkan lamarannya itu.”(HR. Muslim dari Uqbah bin Amr)

Sabdanya pula ;

“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak merusak citranya atau membinasakannya.  Apabila seseorang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan siapa yang akan  membebaskan  seorang muslim dari kesulitan. Maka allah akan membebaskannya dari salah satu kesulitan di hari kiamat. Juga siapa saja yang menutupia aib sesama muslim maka allah akan menut untuk bersatiu. Sekarang seluruh kaum musliminuntuk bersatukembiupi aibnya di hari kiamat nanti.”(HR. Ahmad, Bukhari Muslim, Abu daud, tirmidzi , nasa’i dari ibn)

Kemudian sabdanya pula:

“Hai manusia sesungguhnya rabb kalian adalah satu dan bapak kalian juga satu. Tidak ada keutamaan orang ‘ajam atas orang arab. Tidak ada keutamaan orang hitam diatas orang merah. Juga tidak ada keutamaan kulit merah atas oarang kulit hitam kecuali ketaqwaannya”(HR. Imama Ahmad).

Seluruh hadist diatas menunjukkan bahwa satu-satunya ikatan penghubung antar muslimin adalah persaudaraan islam. Islam adalah satu-satunya ikatan yang diwajibkan allah SWT untuk seluruh manusia yang beriman, apakah ia orang arab atau non arab.

Islam menghancurkan ikatan kebangsaan dan kesukuan setiap bangsa yang memeluk islam, menggantinya dengan ikatan persaudaraan islam. Mereka bersatu dalam bahasa, tsaqofah, adat dan seluruh peraturan  yang berlaku. Tetapi setelah barat menyerang dan menguasai daerah-daerah muslim, mereka hancurkan persatuan umat dan negara. Mereka bangkitkan kembali di tengah kaum muslimin fikrah (ideologi) nasionalisme dan patriotisme, adat, tradisi kuno, kultur dan agama-agama kuno, seprti Asyiria, barbaria, persia, budhisme , keberhalaan primitif ( paganisme) dan lain-lain. Demikian juga kurikulum pendidikan di negeri-negeri islam diberi landasan fikrah dan pandangan tentang kehidupan, kebudayaan, dan peraturan barat. Sungguh tragis kita kembali ke zaman sebelum islam.

 Malapetaka ini telah menyebabkan kepunahan daulah islamiyah dan menghempaskan uamat islam ke arah kemusnahan . Mereka juga mencegah kaum muslimin bersatu berdasarkan islam di bawah naungan Daulah Islamiyah. Padahal islam mewajibkan kaum muslimin menegambalikan sistem khilafah sebagaimana islam telah mewajibkam pula menghilangkan perpecahan serta memerintahkan untuk bersatu. Sekarang seluruh kaum muslimin tidak menyadari hakekat penyesatan berfikir yang dilakukan barat dan penguasa boneka mereka.

Kini telah tiba saatnya mencabut fikrah- fikrah Barat, semisal liberalisme, sekulerisme, dan komunisme. Sudah saatnya mengganti fikrah- fikrah sesat tersebut dengan fikrah islam dan ikatan keislaman yang dikehendaki oleh Allah SWT yaitu ikatan persaudaraan islam. Ikatan inilah yang akan menggembalikan persatuan umat, negara dan seluruh generasi manusia. Bagi muslimin, tidak ada kemuliaan, kesenangan, kesejahteraan batin, dan rasa aman kecuali dengan islam dan hidup dibawah naungan islam.

 BAGAIMANA MANIFESTASI UKHUWAH ISLAMIYAH

 Pertama: Kesatuan Umat Dan Daulah

Salah satu manifestasi dari ukhuwah islamiyah yang paling penting adalah persatuan antar negeri-negeri islam di seluruh muka bumi. Persatuan ini dianggap sebagai satu teritorial dan satu negeri. Bila mereka berpindah dari satu negeri muslim ke negeri muslim lainnya tidak dianggap keluar negeri atau menjadi orang asing. Sebab, negeri islam manapun merupakan milik kaum muslimin seluruhnya.

Memecah belah negeri-negeri muslim atau meletakkan garis batas antara negeri-negeri tersebut adalah haram. Masuknya seorang muslin ke negri islam lainnya tidak memerlukan visa atau paspor. Inilah yang pernah dilaksanakan dulu oleh Daulah Islamiyah. ALLah SWT  berfirman :

“Dan ingatlah akan nikmat Allah yang diberikan kepadamu tatkala kalian pernah bermusuhan, lalu kami persatukan hatimu. Dan atas nikmat Allah kamu menjadi saudara.” (Qs. Al Imran 103)

 Juga Rasulullah SAW bersabda:

“ Akan terjadi sesudahku kelemahan- kelemahan dan kehinaan- kehinaan. Oleh karena itu siapa saja yang berusaha memecah belah umat islam (pada saat itu keadaan umat bersatu), maka pancunglah kepalanya, siapapun orangnya.” (HR. Muslim)

 Kedua: Mempertahankan Negeri Islam

Ukhuwah Islamiyah menonjol ketika musuh dari negeri- negeri lain berkomplot untuk menyerang islam. Pada saat tersebut kaum muslimin bersatu mempertahankan negeri khilafahnya. Begitu musuh hendak merampas sebagai wilayah mereka, maka mereka telah bersiap diri memasuki kancah peperangan, betapapun lamanya, seperti yang mereka lakukan ketika terjadi perang salib yang berlangsung selama 200 tahun sampai mereka berhasil mendobrak kaum salib dari palestina.

Sekarang tak ada lagi semangat untuk mempertahankan negeri islam. Terhadap penduduk Yahudi di Palestina, Rusia, di Afganistan, mereka diam. Padahal jihad terhadap orang- orang kafir dan mempertahankan negeri islam adalah wajib bagi umat  disetiap zaman meskipun penguasanya baik atau buruk. Allah SWT bewrfirman :

Jika kamu tidak mau berperang atau tidak mau ke medan perang, maka pasti akan didatangkan adzab pedih, dan engkau/ kaummu akan diganti kaum lain. Hal ini tidak akan merugikan Allah sama sekali. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At Tawbah 39)

 Juga firmannya:

“Bunuhlah mereka (orang- orang kafir), dimana saja mereka berada dan usirlah mereka sebagaimana mereka pernah mengusirmu dahulu.” (QS. Al Baqarah 191)

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah dan para pengikutnya, telah berperang melawan qabilah- qabilah dan menentang Daulah Islamiyah dalam perang ahzab, meskipun kekuatan musuh saat itu tiga kali lipat kekuatan kaum muslimin. Itulah yang terjadi pada hari- hari pertama berdirinya daulah islamiyah di Madinah. Hal itu mungkin terjadi lagi bila Daulah Islamiyah berdiri dimasa depan. Setiap muslim wajib membela khilafah, sebab khilafah ini pasti terancam oleh gabungan kekuatan kafir, juga dari para pengkhianat yang muncul dari kalangan Muslimin sendiri.

 Ketiga: Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ukhuwah Islamiyah biasanya muncul pada saat anggota masyarakat melaksanakan kewajiban dan tuintutan untuk berpegang teguh pada syariat Islam., yaitu seruan “amar ma’ruf nahi munkar”. Tuntutan tersebut bisa dilaksanakan oleh anggota atau kelompok  masyarakat. Mereka melakukan kritik manakala penguasa buruk menerapkan syariat islam atau berkhianat terhadap penerapan “Nidzam Islam” yakni dengan cara menerapkan nizam (aturan ) yang bukan islam; atau berkhianat terhadap umat dengan memberikan kesempatan orang- orang kafir berkuasa diatas umat.

             Kritik semacam itu sering muncul pada abad- abad pertama. Umat islam berdiri di hadapan penguasa, dengan menasehati pada setiap kali melihat pemimpinnya menyimpang, berkhianat atau menerapkan hukum-hukum kafir. Tindakan yang sama juga dilakukan seorang muslim, yaitu menasehati kawannya sesama muslim setiap melihat saudaranya itu keluar dari ketentuan hukum syara’.

            Islam selalu menganjurkan (menekankan) untuk mengubah kemungkaran dengan amar ma’ruf nahi munkar, serta mengamati poenerapan hukum islam diudalam masyarakat dan negara. Allah SWt berfirman :

“Orang- orang mukmin dan orang- orang mukminat adalah wali satu sama lain, mereka menyuruh kepada kebaikan dan melarang perbuatan munkar, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itulah orang- orang yang akan diberi rahmat oleh Allah.” (QS. At Taubah 71)

 Rasulullah Saw bersabda pula:

“Tegakkanlah amar ma’ruf dan cegahlah munkar dan bertindaklah terhadap yang zalim, bimbinglah dia mengikuti yang hak dan kurangi gerakannya agar tidak menyimpang dari yang hak. Kalau tidak Allah akan menumbuhkan kebencian dan permusuhan dalam hati kalian, kemudian Allah akan mengutuk kamu sebagaimana kutukan-Nya bagi mereka.” (HR. Tirmidzi)

 Keempat: Tolong Menolong (Muwallah) dengan sesama muslim

                                                                                 Diantara realisasi Ukhuwah Islamiyah adalah muwallahnya orang- orang muslim satu sama lain. Mereka tidak muwallah terhadap orang- orang kafir baik secara individu maupun dengan mengangkat menjadi pemimpin. Tiap individu tidak mengambil wali dari orang- orang kafir dalam setiap jenis perwalian, sehingga ia tidak terjerumus untuk saling tolong menolong dan bantu membantu dengan orang- orang kafir. 

 Adanya muwalaah sesama muslim, akan menyebabkan bahu-membahu atau tolong- menolong dalam mengemban risalah islam atau memerangi orang-orang kafir dan munafik. Demikian pula orang-orang muslim tidak akan memasuki medan perang antar sesama muslim yang mengancam jiwa sesama muslim.

Diantara contoh muwalaah sesama muslim adalah adanya persahabatan dan saling membantu anatar sesama. Ia tidak mencintai orang kafir atau menjadikannya sahabat, sebab Allah SWT dengan jelas mengharamkan mengambil orang kafir sebagai wali.

Firman Allah Ta’ala :

“Berilah kabar gembira kepada oarng-orang munafik bahwa mereka akan menerima adzab pedih, yaitu mereka yang telah mengambil orang-orang kafir sebagai wali mereka bukannya orang-orang mukmin. Apakah mereka itu menghendaki kemuliaan; padahal seluruh kemuliaan itu ada ditangan Allah” (QS. An Nisa : 138-139).

Rasulullah saw bersabda :

“ Orang mukmin dengan sesama mukmin adalah seperti bangunan yang saling memperkuat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian sabdanya pula :

“Seorang muslim bersaudara bagi muslim lainnya, tidak mendzaliminya dan tidak pula merusak citranya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Isi hadist juga ditujukan kepada para penguasa muslim yang mempunyai kewajiban melindungi umatnya, atau meminta tolong kepada umatnya untuk menangkal serangan musuh, bukan sebaliknya, meminta tolong kepada musuh untuk menghantam umatnya. Tidak dibenarkan para penguasa mendzalimi orang-orang muslim, menghina atau membiarkannya dibawah kekuasaan orang-orang kafir.

Kelima : Tidak Melanggar Kehormatan Sesama Muslim

Sesungguhnya jiwa seorang muslim memiliki kehormatan yang tidak boleh dilanggar dalam keadaan bagaimanapun, sebagaimana halnya keselamatan harta dan kehormatan mereka. Siapa saja yang mengi’tikadkan bahwa setiap muslim adalah saudaranya, mustahil ia melanggar hak saudaranya, seperti membunuh, menuduh, memarahi, menggunjing, menghina, menipu, memata-matai dan lain sebagainya. Sebab, islam telah mengharamkan melanggar kehormatan kaum muslim, sebagaimana firman Allah SWT :

“Siapa saja membunuh seorang Muslim dengan sengaja, maka ganjarannya adalah jahanam. Ia kekal disana dan Allah murka serta menjajikan mereka adzab yang pedih”. (QS. An Nisa : 93).

Kemudian firman Nya pula :

“ Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak berprasangka, karena sebagian dari prasangka adalah dosa, dan jangan saling memata-matai, dan jangan saling menggunjing. Apakah kamu suka makan bangkai saudaramu yang mati? Maka tentulah kamu merasa jijik. Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hujurat :12)

FirmanNya pula:

“Dan mereka yang telah menuduh orang-orang suci berbuat zina kemudian tidak mampu mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka dengan 80 kali deraan. Kemudian jangan lagi diterima kesaksian mereka. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang fasiq”(QS. An-nur: 4).

Kemudian sabda Nabi saw:

“Hilangnya dunia ini lebih enteng bagi Allah daripada membunuh atau dibunuhnya seorang muslim oleh seseorang”.(HR. Tirmidzi).

Sabdanya pula:

“Harta, kehormatan dan nyawa seorang muslim haram bagi muslim lainnya (mengganggunya). Cukuplah keburukan bagi seorang yang menghina (merendahkan) saudaranya yang muslim”. (HR. Abu Daud).

Keenam: Menonjolkan dan Meluaskan Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah wajib muncul ketika berhubungan dengan sesama muslim, dalam tingkah laku individual, jama’ah dan hubungannya antara pemimpin dan yang dipimpin, serta antara penguasa dan rakyat. Tumbuhnya ukhuwah Islamiyah antar sesama mereka, menunjukkan keluhuran akhlaq dan sifat mulia seseorang. Diantara perwujudan ukhuwah tersebut adalah pemaaf, dapat menahan marah, sabar, tahan menanggung siksaan terutama saat mengemban dakwah, jujur, malu, tawadlu, murah hati, menepati janji, baik sangka, siap menunjukkan kearah kebaikan dan memperbaiki kesalahan, saling mencintai dan tidak mementingkan diri sendiri meskipun sedang dalam kesulitan.

Semua itu menunjukkan manifestasi atau penampakan ukhuwah Islamiyah yang mulia, agung dan memberi bekas yang besar di dalam masyarakat. Telah banyak diuraikan ayat dan hadist yang melarang Muslimin memiliki akhlaq yang buruk dan sifat-sifat buruk lainnya, seperti ghibah, menggunjing, memfitnah, dengki, suka membeberkan aib seorang muslim, kikir dalam berinfaq, menipu, sombong, nifaq dan sebagainya. Sebaliknya, persahabatan, kelemah lembutan terhadap orang-orang Muslim, kasih sayang sesama muslim, mendoakan mereka, memenuhi kebutuhan mereka, membantu mereka, berziarah kepada mereka, bersama-sama dalam kegembiraan dan kesusahan, ikut simpati terhadap masalah mereka, memberi hadiah pada saat-saat munasabah tertentu, atau mewasiatkan harta kepada mereka sebelum meninggal dunia, menjenguk mereka sewaku sakit, mengurus dan mengantar jenazah hingga menguburkannya, adalah jenis hubungan kemanusiaan yang agung dan sempurna. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadist yang menunjukkan bahwa sifat-sifat ini sudah mendarah daging pada diri para sahabat, seolah-olah mereka adalah “Al Islam” yang berjalan di atas bumi.

 KEMBALILAH KEPADA UKHUWAH ISLAMIYAH YANG  SEJATI

Demikianlah madzahir (manifestasi) ukhuwah Islamiyah yang penting sebagaimana telah ditunjukkan nash syar’i dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Apabila hal tersebut tersebar dikalangan orang islam, seperti yang pernah terjadi pada masa kejayaan Islam, maka umat Islam pasti mampu bangkit seperti sediakala. Apabila hal ini berdasarkan Aqidah Islam, saat itulah penampakan eksistensi Islamisnya, bukan nasionalisme, patriotisme, atau sekularisme yang yang berdiri di atas dasar maslahat bersama, bukan pula eksistensi palsu yang berdiri di atas hubungan ketetanggaan atau persahabatan antar sesama bangsa Islam dan sebagainya.

Memang negeri-negeri kufur yang pernah menjajah kaum Muslim begitu lamanya, masih gigih menghalangi kita kembali kepada ukhuwah Islamiyah yang sebenarnya, yang mampu menghubungkan sesama negeri dan bangsa-bangsa Islam yang ada di muka bumi ini, sebagaimana mereka (kafir penjajah) telah menghalangi kita untuk mengembalikan kekhilafahan untuk kali yang kedua.

“Tetapi Allah SWT, pasti menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang -orang kafir membencinya”.   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s