FACEBOOK, BERMANFAAT ATAUKAH MUDHARAT???

Buletin Al Hikam

Anda tahu Facebook?? Bagi masyarakat yang akrab dengan dunia maya (internet) pasti kenal. Ya, Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang sedang melanda dunia. Situs ciptaan Mark Zuckerberg ini menjadi salah satu tren internet 2009. Jika menilik sejarahnya, facebook dikembangkan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Harvard dan awalnya hanya menerima keanggotaan dari kalangan pelajar dan mahasiswa di AS. Dalam tempo singkat Facebook sukses ”merevolusi” kehidupan kampus. Facebook, pesta, dan cinta; Tiga kata yang kemudian tak bisa dipisahkan. Lewat fitur grup, mahasiswa saling mengundang (invite) menghadiri pesta yang tentu saja lengkap dengan minuman keras. The Crimson, koran di Harvard, banyak melaporkan, polisi dibuat sibuk dengan membanjirnya acara pesta. (blog zainal; 8/6/09)

Jumlah pengguna Facebook saat ini sudah sangat menggurita. Lebih dari 225 juta orang menjadi warga setia Facebook hingga Mei 2009. Pertumbuhan tersebut, terutama ditopang pesatnya pengguna dari luar Amerika Serikat. Di Chili dan Turki, Facebook bahkan dilaporkan sangat digdaya. Sebanyak 76 persen dan 66 persen pengguna internet di kedua negara adalah warga ”republik Facebook”. Bagaimana di negeri kita? Sebanyak 17,78 persen (2,3 juta) dari total pengguna internet juga tergila-gila dengan situs ciptaan Mark Zuckerberg ini. Padahal, awal tahun 2009 pengguna Facebook baru sekitar 1 juta. (republika online; 23/5/09)

Seiring dengan meluasnya situs facebook di seluruh dunia ternyata membawa sejumlah persoalan yang harus diselesaikan. Masalah-masalah penyalahgunaan fungsi situs jejaring sosial ini memiliki banyak modus yang sudah masuk pada ranah hukum pidana, mulai dari pembunuhan, penculikan, pelecehan sexual, sampai perusakan nama baik.. Hingga kini saja, Komnas Perlindungan Anak telah menerima lebih dari 100 laporan ABG hilang akibat pertemanan di facebook. (Okezone online; 16/2/10).

Sebagai kaum muslimin sudah selayaknya menyikapi sejumlah persoalan dari sudut pandang Islam. Untuk itulah, melalui buletin ini kita mencoba untuk menilik lebih jauh apa sebenarnya situs jejaring sosial itu, bagaimana status hukumnya dan menawarkan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

 

Status hukum Situs jejaring sosial

Ada beberapa varian situs jejaring sosial yang sejenis dengan facebook antara lain; friendster, twitter, my space, e-budy, hi5, flixter dll. Situs ini merupakan media komunikasi dan interaksi yang terjadi di dunia maya yang memungkinkan setiap orang bertemu dalam ruang dan waktu yang sama tanpa harus bertatap muka secara langsung. Didalamnya disediakan fitur-fitur yang menarik seperti chatting room, photos album, note dsb.

Dilihat dari segi kebendaannya situs jejaring sosial sebenarnya masuk dalam kategori madaniyah yaitu bentuk fisik/benda hasil ilmu pengetahuan (science) yang digunakan manusia dalam urusan kehidupannya. Status hukum benda (madaniyah) ada 2 yaitu mubah (halal) dan haram sedangkan status hukum perbuatan ada 5 yaitu wajib, sunah, mubah (boleh), makruh dan haram. Madaniyah selama tidak mengandung nilai agama dan ideologi lain serta tidak digunakan untuk kemaksiatan maka status hukumnya mubah (boleh). Yang mengubah status hukum situs jejaring sosial (facebook dll) adalah penggunaannya. Jika digunakan untuk melakukan perbuatan yang melanggar syara, misalnya mencari pacar, chatting tentang sex, upload foto/gambar yang tidak diperbolehkan agama (mengumbar aurat), update status yang menghina/menghujat orang lain dengan kata-kata kotor dll hukumnya menjadi haram. Jadi haramnya facebook bukan terletak pada medianya tetapi pada penggunaan fungsinya.

 

Bagaimana sikap kita seharusnya….

Perlu kita sadari bersama, perkembangan teknologi dan science membawa dampak yang sangat luar biasa bagi kehidupan abad ini dan abad mendatang yang akhirnya memaksa peradaban manusia mencetak generasi digital. Ini merupakan tantangan besar bagi umat Islam untuk membentengi calon generasi masa depan agar tidak larut dan terseret dalam kemudharatan yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi. Maka dari itu sangat diperlukan pemahaman agama yang tinggi agar kita dapat menentukan kemaslahatan dan kemudharatannya. Hanya dengan berpegang pada hukum Allah kita akan selamat dari berbagai godaan dunia yang melalaikan. Hukum Allah bisa ditegakkan jika tiga pilar penopangnya dipegang teguh oleh umatnya. Pilar penegak hukum yang mampu menjaga manusia yaitu:

  1. 1. Ketaqwaan individu

Taqwa merupakan sikap seseorang untuk menjaga diri dari perbuatan yang dilarang Allah swt. Sehingga sudah menjadi konsekwensi bagi setiap muslim untuk membekali diri dengan ilmu agama. Tidak tanggung-tanggung Allah menghukumi wajib/ fardhu ain untuk aktivitas menuntut ilmu agama, hal ini karena sangat pentingnya ilmu dan pemahaman Islam bagi kaum muslimin agar kita mampu membedakan antara yang haq dan bathil, antara maslahat dan mudharat, serta antara halal dan haram. Seperti yang dijelaskan Allah dalam firmanNya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujadillah: 11)

Dan hadist Nabi SAW: “Menuntut Ilmu wajib bagi muslim dan muslimah” (Al Hadist)

Dari banyaknya kasus kejahatan yang marak terjadi di dunia maya akhir-akhir ini, sebenarnya tidak bijak jika kita hanya menyalahkan medianya semisal facebook, hal ini terjadi lebih dikarenakan kurangnya manajemen individu sehingga melahirkan perilaku penyimpangan dan penyalahgunaan fungsi situs jejaring sosial. Jika seorang muslim memiliki benteng iman yang cukup kuat maka dia tidak akan mudah terjebak pada hal-hal membawa kemudharatan bagi dirinya. Dia akan berhati-hati dalam langkahnya karena yakin bahwa setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah SWT seperti dalam firmanNya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS. Al Isra: 36)

  1. 2. Kontrol masyarakat

Ingat … Kontrol individu saja tidak cukup!! seperti kebanyakan orang mengatakan “manusia bukanlah malaikat”, karena manusia merupakan makhluk Allah yang tidak lepas dari salah dan dosa. Untuk itulah Allah membuat aturan yang Maha Sempurna bagi umat manusia, Agar manusia tetap terjaga dalam kebaikan Allah mewajibkan kepada orang-orang beriman untuk saling menasehati, melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar. “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imron: 104)

Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr: 1-3)

Sebagai orang yang paham sudah seharusnya kita mengingatkan teman atau saudara yang sudah menjadi facebook addict (kecanduan facebook) atau mulai masuk pada tahapan menyimpang /masuk dalam tanda-tanda bermaksiat kepada Allah. Sebagai orang tua, ketika putra-putri kita telah remaja mulailah waspada dan cermat memantau perkembangan mereka terlebih lagi jika anak akrab dengan dunia digital semisal televisi, handphone atau internet. Menjaga mereka bukan berarti melarang sama sekali menggunakan fasilitas tersebut tetapi mengarahkan akhlaqnya agar ketika berinteraksi melalui dunia digital tidak melanggar aturan agama.

  1. 3. Kontrol Negara

Pengaturan masyarakat yang Islami tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan dua pilar yang telah disebutkan sebelumnya. Perlu adanya campur tangan Negara untuk menaungi warganya agar terhindar dari segala hal yang di larang Allah SWT. Negara memiliki wewenang untuk melaksanakan kewajiban dan terpenuhinya hak warganya yang berkaitan dengan ilmu agama, kebutuhan pokok hingga penerapan hukum yang sesuai dengan hukum Allah.

Seperti yang dicontohkan Negara Australia yang menyatakan menutup sejumlah situs jejaring sosial (facebook) yang diduga ikut andil menurunkan sejumlah produktivitas warganya pada jam efektif kerja bahkan untuk membentengi generasi mudanya dari kerusakan moralnya pemerintah Cina memblokir ribuan situs yang berbau pornografi. (Republika;8 juni 2009). Meskipun mereka bukan negeri Islam dan tidak menerapkan aturan Islam tetapi demi menjaga generasi masa depannya dari kehancuran, langkah yang mereka lakukan cukup tegas. Inilah sedikit gambaran tentang kekuatan system Negara yang mampu memaksa warganya untuk mengikuti aturan yang diterapkan. Bagaimana dengan negeri kaum muslimin???

 

Khatimah

Setelah mengetahui status hukum situs jejaring sosial, akhirnya kita dapat menentukan baik buruknya penggunaan facebook dan semacamnya bagi kita terutama remaja. Sekedar mengamati fakta yang ada, facebooker (julukan bagi penggemar situs ini) lebih banyak memanfaatkan media ini hanya untuk hiburan dan main-main saja. Mungkin ada juga yang memanfaatkan untuk dakwah misalnya tapi jumlahnya jauh dibawah yang memakainya untuk main-main. Bukannya berburuk sangka tapi begitulah fakta yang terlihat. Jika hanya digunakan untuk hiburan dan ternyata menjadikan kita didaulat sebagai facebook addict sampai melalaikan kita dari berbagai kewajiban yang ada itu tandanya facebook sudah membawa kemudharatan yang lebih besar dari maslahatnya, untuk itu sebagai umat Islam yang cerdas sudah selayaknya kita tinggalkan media yang melenakan tersebut.

Islam memiliki aturan yang harus diikuti umatnya demi terjaga nilai-nilai Islam. Nilai-nilai tersebut  minimal menempatkan akhlak / moralitas dan etika di dalamnya dengan memberikan batasan-batasan dan rambu-rambu hukum agar pengguna teknologi informasi dan internet tidak terbawa arus negatif yang dibawanya. Tata cara penggunaannya harus disesuaikan dengan kaidah dan norma-norma agama tanpa harus  menghilangkan sisi manfaatnya.

Dengan demikian sebenarnya aturan Islam jika diterapkan dalam masyarakat dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang ada. Konsep Islam tidak hanya teoritis akan tetapi secara praktis telah terbukti keunggulannya pada masa kejayaan Islam. Sudah saatnya bagi kaum muslimin bersegera mengambil konsep Islam agar tercipta tatanan masyarakat yang sempurna dan paripurna. Amin

 

Satu pemikiran pada “FACEBOOK, BERMANFAAT ATAUKAH MUDHARAT???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s