UMURKU MODAL UNTUK AMALKU


Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita… semakin dekat ke liang lahat.  Rasul saw. Menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. “Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, ” kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa’z, 31) .

Sesungguhnya modal setiap Manusia di dunia ini adalah waktu yang singkat, nafas yang terbatas dan hari-hari yang berbilang. Maka barangsiapa yang menggunakan kesempatan dan saat-saat itu dalam kebaikan dan selalu beribadah maka beruntunglah dia. Akan tetapi sebaliknya siapa saja yang menyia-nyiakan semua itu maka ia telah merugi dan waktu pun tak akan bisa kembali seperti semula. Alangkah banyak orang-orang yang merugi karena mereka mengira bahwa hidup di dunia ini panjang waktunya. Allah shubhaana wa ta’ala berfirman :

“Apakah kalian mengira Bahwa Kami menciptakan kalian untuk main-main dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada kami” (Al- Mu’minun : 115).

Banyak juga orang-orang yang menganggap dirinya telah berbuat kebajikan, banyak berjuang,berjasa dll.Allah SWT menyindir orang yang berbuat demikian dalam Firman Nya :Artinya-

“Yaitu Orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan ini,sedang mereka telah menganggap telah berbuat kebaikan” (Al Kahfi-104)

Saudaraku kaum muslimin, tidak ada sesuatu yang lebih berharga dari umur, sedangkan umur manusia tak lebih dari beberapa puluh tahun. Lalu kelak ia akan ditanya atas setiap detik waktu yang dilaluinya dan apa yang ia lakukan disaat ia berjumpa dengan Allah shubhaana wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

“Tidak akan beranjak kedua telapak kaki hamba pada hari Kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya apa yang telah dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia dapat dan kemana dia belanjakan, serta tentang fisiknya untuk apa dia pergunakan” (HR.At-Tirmidzi,Hasan Shahih).

Sekarang masalah yg dihadapi setiap Muslim, bahkan setiap manusia, bahwa kehidupan dibatasi oleh tahun, hari, bahkan detik. Manusia tak mampu menambah atau mengurangi waktu barang sedetik. Sebesar apa pun tenaga yg dicurahkan seorang Muslim untuk mengumpulkan kebaikan sebanyak-banyaknya, tetap saja jatah hidupnya di dunia ini dibatasi waktu. Umur umat Nabi Muhammad lebih singkat dibandingkan dengan usia umat-umat terdahulu. Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Abu Hurairah, dimana Rasulullah SAW bersabda,

“Usia umatku antara 60 sampai 70 (tahun). Sedikit di antara mereka yg melebihi batas itu”. (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Kitab Abwab Ad-Du’a (13/65.).

Ia berkata, hadits ini hasan gharib. Hadits ini diriwayatkan dari Muhammad bin Amr dari Abi Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi).

Usia produktif manusia tidak lebih dari 20 tahun seluruh umurnya. Sebagai contoh, salah satu dari kita diberikan jatah hidup di dunia selama 60 tahun. Perinciannya, sepertiga dari usia itu dipergunakan untuk tidur, dengan asumsi tidur selama 8 jam per hari. Lalu 15 tahun masa kanak-kanak sampai usia pubertas. Masa itu, seseorang belum memasuki usia taklif (pembebanan kewajiban oleh syariat). Yg tersisa tinggal sekitar 25 tahun. Dari 25 tahun itu, terambil waktu sedikitnya 2 tahun untuk makan dan minum, buang hajat dan urusan-urusan mendesak lainnya. Jika ia melakukannya selama sekitar 2 jam per hari, maka umurnya sekitar 23 tahun atau hampir sepertiga umurnya. Itulah waktu yg harus kita pergunakan semaksimal mungkin untuk memperoleh kebaikan. Waktu yg sangat singkat, tentu saja. Karenanya, dibutuhkan sejumlah kiat untuk menjadikan umur lebih produktif dalam waktu singkat.

Sekali lagi sungguh, waktu yang kita jalani berlangsung begitu cepat. Usia kita pun teramat singkat. Apalagi kalau dibandingkan dengan usia alam semesta yang konon 15 milyar tahun. Berapa perbandingan 15 milyar tahun dengan 70 tahun? Menurut hitungan para pakar, 70 tahun usia manusia sebanding dengan 0,15 detik usia kosmik (usia alam semesta). Asal kita ketahui  bahwa 1 detik kosmik sama dengan 475 tahun. Bila usia 70 tahun sebanding dengan 0,15 detik, entah berspa detik orang yang baru berusia 20, 30, 40 atau 50 tahun.

Maka, Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman, “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui” (Q.S Al Mu’minun [23]: 112-114)

Oleh karena itu ketika diajak beramal kebaikan, masihkah kita beralasan saya sedang sibuk kerja, saya sedang sibuk kuliah, saya masih muda nanti saja kalau tua, saya bukan orang alim yang mampu berbuat amal sholeh, saya masih belum mendapatkan petunjuk nanti saja kalau sudah mendapatkan petunjuk  saya…….! Saya……! Saya……!. Pernahkah kita merenung, apakah alasan tersebut diterima oleh Allah SWT  ketika di hari pertanggung jawaban. Ketika argumentasi tidak akan diterima kecuali dari Al Quran dan As Sunnah.

Kesimpulannya, kita hidup hanya sekejap. Seiring waktu, usia kita akan terus mencair hingga kita harus bertemu dengan Allah, lalu apa yang kita bawa saat kita bertemu dengan-Nya. Oleh karena itu, dengan sisa waktu yang ada tentulah kita terus berusaha seoptimal mungkin untuk memperbanyak amal kita, ibarat orang menanam maka sekaranglah waktu kita menanam dengan usia yang kita miliki. Kita tabur benih amal sholeh dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya. InsyaAllah kita tidak akan kembali dalam kondisi sia-sia dan penyesalan.

Satu pemikiran pada “UMURKU MODAL UNTUK AMALKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s